Pestisida
alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan
cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama, dan
hanya digunakan bila diperlukan. Jangan menggunakan pestisida alami bila tidak
terdapat hama atau tidak ada tanaman yang rusak.
Bahkan,
sebaiknya masih belum digunakan bila hanya terdapat sedikit kerusakan tanaman.
Luangkan waktu untuk mengamati apakah predator hama memakan hama-hama dan
apakah hama-hama tersebut menyebar dengan cepat atau lambat, bila masih ada
predator hama, sebaiknya biarkan mereka yang bekerja.
Beberapa
insektisida alami sangat kuat dan akan membunuh segala serangga, yang merugikan
dan yang bermanfaat. Hati-hatilah karena sebagian besar serangga sebenarnya
tidak membahayakan tanaman Anda dan membunuh mereka justru bisa menciptakan
masalah di kemudian hari.
1. SEMPROTAN SERANGGA (Semprotan Biologis)
Ambillah segenggam hama serangga yang makan tanaman Anda, tumbuk dan aduk dalam
seember kecil air. Biarkan selama 2 hari. Saring cairan tersebut dan semprotkan
ke tanaman yang rusak. Hama yang sama seperti hama dalam semprotan itu akan
menghindari cairan tersebut. Bekas-bekas tubuh serangga dapat dimasukkan di
wadah dan diletakkan mengitari tanamantanaman. Aroma tersebut akan terus
menolak hama. Semprotan tersebut efektif untuk cacing, ulat bulu, keong, siput
dan berbagai hama kecil, namun kurang efektif untuk belalang.
2. SEMPROTAN NIMBA
Tanaman ini dapat dipakai untuk semprotan insektisida alami yang aman dan
efektif. Nimba dapat dipakai pada hampir semua serangga, termasuk nyamuk.
Terkadang memerlukan waktu beberapa minggu untuk menunggu efeknya karena untuk
beberapa jenis serangga, nimba bekerja dengan memutus daur perkembangbiakan
serangga tersebut. Nimba merupakan salah satu tanaman terbaik untuk digunakan
karena aman bagi manusia dan tidak menimbulkan banyak masalah bagi serangga
yang menguntungkan, khususnya predator hama. Dalam kondisi tertentu bahkan bisa
meningkatkan produksi ulat yang berguna! Keong/siput, nematode, lebah
penyengat, ulat, ngengat, penggerek daun, lalat, nyamuk, dan belalang adalah
beberapa jenis serangga yang dapat dikendalikan dengan nimba.
Cara menggunakan nimba:
a.Tumbuklah
biji nimba dan masukkan ke dalam kantong kain. Masukkan kantong kain ini dalam
ember atau drum berisi air selama semalam. Gunakan 500 gr biji nimba untuk tiap
10 liter air. Gunakan sebagai semprotan pada serangga hama dan tanaman yang
terserang. Biji nimba ini lebih efektif daripada daunnya.
b.
Ambillah segenggam besar
daun nimba segar, lumatkan, dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama 2
hari, kemudian buanglah daunnya dan gunakan sebagai semprotan.
c. Keringkan segenggam penuh
daun nimba, tumbuk, dan masukkan ke dalam air. Biarkan selama 2 hari, saring
dan gunakan sebagai semprotan.
d. Semprotan nimba ini juga dapat dibuat dengan merendam biji nimba yang telah
dihancurkan dalam alkohol, atau membuat minyak dari biji nimba dengan
menggunakan suatu alat pengepres minyak. Metode ini lebih mahal namun dapat
menghasilkan produk yang lebih kuat.
3. SEMPROTAN BAWANG PUTIH DAN CABE
Campur 3 biji bawang putih yang sudah dikupas dengan segenggam lombok dan
rebuslah dalam sepanci air. Tambahkan ¼ balok sabun, aduk rata kemudian biarkan
selama sehari. Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut
untuk satu kali penyemprotan. Bawang putih merupakan sebuah insektisida,
fungisida dan penolak hama. Lombok juga merupakan sebuah insektisida dan
penolak hama. Sabun akan membantu semprotan untuk melekat pada tanaman dan
serangga. Gunakan larutan ini untuk aphid, cacing, ulat bulu, dan ngengat.
4. SEMPROTAN PEPAYA
Kumpulkan 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar), lumatkan, dan
campurkan ke dalam 1 liter air, lalu biarkan selama 1 jam. Saring dan tambahkan
4 liter air lagi dan 1 sendok besar sabun. Semprotkan pada hama serangga.
Semprotan pepaya ini dapat digunakan untuk aphid, rayap, hama kecil, dan ulat
bulu. Untuk rayap, tumbuk buah papaya muda dan kumpulkan jus/ sarinya.
Semprotkan langsung ke rayap-rayap dan kayu-kayu yang rusak.
5. SEMPROTAN SARI/JUS JAHE
Parut segenggam penuh jahe dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama
sehari, lalu semprotkan ke tanaman yang rusak untuk mengontrol larva ulat dan
ulat bulu.
6. SEMPROTAN DAUN TALAS
Daun-daun talas mengandung asam lisollic. Bila serangga memakannya, ibarat
manusia merasa makan pecahan gelas! Cara meraciknya, tumbuk 10 lembar daun
talas dan masukan dalam 3 liter air (½ ember), aduk dengan baik. Percikkan ke
tanaman dengan menggunakan sapu lidi. Pastikan masing-masing tanaman terciprat
larutan ini untuk perlindungan yang baik terhadap serangga.
7. SEMPROTAN DAUN TOMAT
Daun tomat merupakan insektisida alami dan fungisida ringan, dapat digunakan
untuk aphid, semut, cacing, ulat bulu, telur serangga, belalang, ngengat,
nematoda, lalat putih, jamur dan bakteri pembusuk.
Cara membuatnya, masaklah 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit,
tambahkan lagi potongan 2 genggam daun, batang dan buahnya, dan 2 liter air.
Aduk bahan-bahan tersebut, lalu biarkan selama
6 jam (½ hari). Saring dan tambahkan ¼ batang sabun. Semprotkan larutan ini
setiap 2 hari bila jumlah serangga, khususnya ngengat, cukup banyak.
WASPADALAH!
Daun tomat ketika dipakai sebagai insektisida bersifat racun bagi manusia. Ini
disebabkan karena unsur kimia yang ada dalam daun tomat menjadi jauh lebih
pekat konsentrasinya. Gunakan sarung tangan dan penutup hidung serta mulut
sekaligus saat menyemprotkannya.
8. SEMPROTAN LEM
Semprotan lem bisa dibuat dari sisa air rebusan singkong, talas, atau kentang.
Serangga kecil akan menempel pada lem ini dan akhirnya menyebabkan serangga
tersebut mati lemas. Semprotan ini berguna untuk aphid, ulat bulu dan lalat
putih, namun cobalah juga pada serangga kecil lainnya. Caranya, campurkan air
sisa memasak singkong, talas, atau kentang dengan air tambahan untuk membuat
larutan. Kekuatannya bervariasi tergantung jenis tanaman yang digunakan,
kira-kira saja. Semprotkan pada tanaman. Larutan yang baik akan menyisakan
lapisan tipis pada tanaman ketika larutan kering.
9. SEMPROTAN SABUN
Semprotan ini efektif untuk siput, keong, aphid, ulat bulu, kumbang kecil, dan
serangga-serangga pemakan daun lainnya. Caranya, gunakan 1 sendok besar sabun
bubuk atau cair per liter air. Semprotkan hanya pada hama atau tanaman yang
rusak. Anda juga dapat menggunakan bekas air cucian piring atau pakaian kotor
untuk membuat pestisida ini.
10. SEMPROTAN SARI/JUS BUAH PINANG
Getah buah pinang dikenal sebagai racun yang efektif untuk bekicot dan jenis
siput lainnya! Kumpulkan getah buah pinang dalam sebuah ember, campur dengan
air dan semprot langsung pada siput. Bahan semprotan ini bisa dari buah pinang
atau kapur sirih, atau kombinasi keduanya. Semprotkan di bagian luar bedeng
sayuran Anda untuk menghalangi siput masuk. Namun, semprotan ini tidak
disarankan untuk disemprot langsung ke tanaman. Lakukan secara teratur.
11. SEMPROTAN DAUN TEMBAKAU
Semprotan tembakau sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. Gunakan
pelindung yang baik dan lindungi tangan dan wajah Anda ketika membuat dan
menggunakan semprotan tembakau. Daun tersebut sangat beracun dan dapat membunuh
serangga yang berguna juga. Semprotan daun tembakau dapat digunakan untuk
sebagian besar hama serangga. Caranya, rendam 1 kg (1 tas plastik) tumbukan
daun tembakau dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sendok
besar cairan sabun atau sabun batangan dan aduklah dengan baik. Saringlah dan
gunakan sebagai semprotan. Bisa juga dengan mengeringkan daun dan menumbuknya
hingga menjadi bubuk. Bubuk ini bisa digunakan untuk aphid, keong, siput, ulat
bulu, dan virus daun keriting. Jangan gunakan bahan ini pada tanaman tomat,
kentang, terong, lombok, atau bunga mawar. Semut menyebabkan masalah melalui
penggalian mereka dan pemindahan benih-benih. Mereka sama sekali tidak pernah
bisa dihilangkan, tapi efek-efek mereka dapat dikurangi. Untuk kerusakan akar,
coba gunakan penyemprotan biologis, cabe, bawang putih, tomat, atau tembakau.
COPAS DARI KASKUS..ID averozem